Kota Penghasil Batik

6 Kota Penghasil Batik di Indonesia, Keindahannya Memukau Dunia

5 min. membacaOleh Ayunindya Annistri on 

Tak hanya terkenal akan pesona alamnya saja. Solo, Pekalongan, dan beberapa kota lainnya juga sering dijuluki sebagai kota penghasil batik di Indonesia yang paling memikat.

Indonesia itu sangat kaya akan hasil alam dan warisan seninya. Hal ini terbukti dengan adanya kesenian khas yang juga telah ditetapkan Unesco sebagai warisan dunia, yaitu batik.

Wastra Nusantara ini telah lama mendunia. Bahkan untuk sekarang saja, sudah tercatat banyak sekali kota penghasil batik, dengan ciri khas motif dan filosofi yang berbeda.

Mau tahu apa saja kota penghasil batik di Indonesia? Berikut ini CekAja rangkum beberapa diantaranya.

Daftar Kota Penghasil Batik di Indonesia

1. Pekalongan

Pekalongan jadi salah satu kota penghasil batik di Indonesia.

Terletak di jalur Pantura, sekitar 100 km dari sebelah Barat Semarang, kota ini secara khusus menjadi sentra industri batik terbesar tanah air.

Batik Pekalongan seringnya dijuluki sebagai batik pesisir, karena lokasi kota tersebut tepat berada di Pesisir Pulau Jawa.

Ciri khas motif batiknya kebanyakan bertema alam dengan pemilihan warna cenderung cerah.

Konon, sebagian besar motif dari Batik Pekalongan ini banyak dipengaruhi oleh budaya dari tiga negara, yakni China, Belanda, dan Arab.

Karena menjadi kota penghasil batik di Indonesia yang paling populer, Pekalongan pun secara khusus membangun Museum Batik.

Uniknya, sebelum dijadikan museum, tempat tersebut mulanya adalah bangunan bekas peninggalan Belanda, yang telah berdiri sejak 1906 silam.

Selama itu, bangunan ini beberapa kali sempat mengalami perubahan fungsi, mulai dari dijadikan Balai Kota, hingga dijadikan Kantor Walikota.

Di Museum Batik Pekalongan, tersimpan banyak sekali koleksi batik dengan beragam corak, dari daerah Jawa maupun daerah lainnya, seperti Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Selain Museum Batik, Pekalongan juga dikenal sebagai pusat industri tahu.

Dari sektor tersebut, masyrakat di sana banyak yang mengolah limbah produksi tahu menjadi bahan bakar, sehingga sebagian masyarakat kini telah beralih dari pemakaian elpiji.

(Baca Juga: 15 Jenis dan Makna Batik Indonesia)

2. Solo

Selain Pekalongan, Solo atau disebut pula Surakarta juga dianggap sebagai kota penghasil batik di Indonesia.

Dengan slogannya “The Spirit of Java”, kota ini menyimpan banyak sekali budaya dan seni yang menawan, salah satunya tentu saja batik.

Kehadiran batik di kota ini sebetulnya banyak dipengaruhi oleh budaya peninggalan Kerajaan Majapahit dan Mataram.

Zaman dulu, batik hanya digunakan oleh kalangan kerajaan dan bangsawan. Makanya, enggak heran bila penggunaan batik kala itu disimbolkan sebagai “kekuasaan”.

Namun seiring dengan berkembangnya zaman, batik kini berubah fungsi dan tidak hanya digunakan oleh kalangan ningrat saja. Siapa pun bisa membeli batik, baik yang harganya merakyat maupun yang harganya tinggi.

Motif Batik Solo rata-rata banyak bercorakkan tentang pemandangan alam. Tak jarang, pola dan motifnya mengandung makna mendalam, diantaranya seperti:

  • Sido asih, bermakna keluhuran
  • Sido mulyo, bermakna kebahagiaan
  • Sekar jagad, bermakna keindahan hidup di dunia
  • Satrio wibowo, bermakna kemartabatan
  • Tikel asmorodono, bermakna cinta

3. Yogyakarta

Popularitas Yogyakarta sebagai kota penghasil batik di Indonesia kian meningkat semenjak dinobatkannya kota terpelajar itu menjadi “Kota Batik Dunia” oleh World Craft Council pada 2014 lalu.

Didominasi warna-warna netral, seperti cokelat, putih, hitam, dan warna lainnya, batik Yogyakarta biasa digunakan untuk berbagai acara besar.

Beberapa motif terkenal di kota ini, seperti motif amiluto untuk acara pertunangan, motif Gompol untuk upacara pernikahan, motif Sido Mukti untuk ijab kabul dam perkawinan adat Jawa, serta motif Wahyu Tumurun Cantel untuk acara temu manten.

Jika berkunjung ke Yogyakarta, dan ingin membeli batik sebagai oleh-oleh tangan, kamu bisa mendatangi beberapa toko di sana.

Mulai dari Pasar Beringhajo, Malioboro, Toko Mirota Batik, Kampung Batik Ngasem, hingga Toko Batik Winotosastro.

4. Cirebon

Cirebon juga terkenal sebagai kota penghasil batik di Indonesia.

Batik Cirebon umumnya terbagi menjadi dua versi, yaitu versi batik keraton dan batik pesisir atau disebut pula Trusmi.

Batik keraton rata-rata menggunakan warna yang gelap, seperti cokelat dan hitam. Sedangkan batik pesisir justru memiliki warna dasar yang cenderung cerah, seperti merah dan biru.

Salah satu motif Batik Cirebon yang paling tenar dan telah mendunia adalah Mega Mendung.

Sekilas, motif ini tampak seperti gumpalan-gumpalan awan yang menyatu dengan sentuhan warna biru.

Motif Mega Mendung pertama kali dibuat oleh Pangeran Cakrabuana, yang konon diartikan sebagai kebebasan hidup.

Selain Mega Mendung, ada beberapa motif lainnya yang juga menjadi ikon Batik Cirebon, seperti motif Singa Payung, Paksinaga Liman, Naga Silam, Taman Teratai, dan motif Patran Keris yang seringnya dibeli oleh orang Jepang.

5. Bali

Beralih dari Pulau Jawa, kota penghasil batik di Indonesia berikutnya datang dari Pulau Dewata, Bali.

Motif Batik Bali kebanyakan menggunakan warna cerah, yang membuatnya memiliki daya tarik tersendiri.

Motif Batik Bali juga kebanyakan memadukan corak tradisional dengan modern, di mana motifnya cenderung menggunakan gambar hewan, seperti naga, rusa, dan kura-kura.

Beberapa motif terkenal di kota tersebut, yaitu:

  • Motif buketan
  • Motif merak abyorhokokai
  • Motif singa barong
  • Motif ulamsari mas

Selain dijuluki kota penghasil batik di Indonesia, Bali juga merupakan surganya berlibur bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebut saja Pantai Kuta.

Pantai sejuta umat ini punya daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan harus berkunjung ke sana.

Bahkan, gak afdal rasanya berkunjung ke Bali jika tidak menyambangi Pantai Kuta.

Hamparan pasir putihnya yang halus, deru ombak yang terbilang cocok bagi peselancar pemula, serta pesona sore hari kala matahari terbenam dari Pantai Kuta, bikin siapapun yang berkunjung betah berlama-lama.

6. Madura

Kota penghasil batik di Indonesia yang terakhir adalah Madura.

Meski ketenarannya belum sebesar Yogyakarta ataupun Pekalongan, namun kualitas batik yang dihasilkan di kota ini sangatlah bernilai tinggi.

Bagaimana tidak? Umumnya, teknik pewarnaan Batik Madura dilakukan secara khusus dengan lama waktu perendaman hingga enam bulan.

Sehingga hasilnya tampak lebih mahal dan uniknya lagi, semakin lama warna batik ini akan terlihat makin cerah.

Jadi, gak heran ya kalau harga yang dipatok di pengrajin bisa mencapai jutaan rupiah untuk satu helainya.

 

Sumber: https://www.cekaja.com/info/kota-penghasil-batik-di-indonesia

Butuh Bantuan ?

Keranjang Belanja

×

Ups, Belum ada barang di keranjang belanja Anda.

Belanja Sekarang !

Form Bantuan Whatsapp!

×